Aurelia Suci

By: Kimi Editorial

back to kimi NO. 1/2017 25 April 2017

Memasak itu tidak susah, setiap orang punya selera dan taste yang tinggi

Pada kesempatan ini, tim Kimi mengunjungi founder dari Sucicakes, Aurelia Suci, Di kawasan Kebon Jeruk. Terlihat dia sedang ada pesanan brownies panggang. Tak lama, setelah orderannya selesai, kami disuguhkan brownies buatannya sambil berbincang.

Aurelia Suci yang akrab dipanggil Suci adalah wanita kelahiran Solo adalah seorang istri dengan dua anak. Dia lahir di Solo namun tumbuh besar di Malang. Kuliner Malang memang terkenal cukup variatif, tahu campur, rujak cingur, gado-gado, apalagi baksonya. Tutur wanita 31 tahun ini. Tak heran culinary Kota Malang cukup mempengaruhi citarasa masakan Suci.

Suci memang sudah tidak bekerja. Dia fokus di rumah menjaga dua buah hatinya. Tapi hasrat memasak tidak pernah hilang. Setiap ada waktu senggang, dia sering mencoba resep-resep baru dan chef-chef favoritnya. Misal chef Sisca, Farah Quinn, dan Rinrin Marinka. Dia juga sering mencari inspirasi dari Youtube, Instagram, Pinterest serta buku-buku memasak lainnya. Pinterest sama IG memang fotonya bagus-bagus. Jangan coba satu resep saja, coba compare dari beberapa, chef. Biasanya gak sama. Atau kalau ragu, saya coba combine sendiri.

Sucicakes berawal dari menu Brownies. Brownies dengan beberapa varian topping dan base. Misal alas nutella dengan toping keju, atau cream dengan topping meises. Brownies masih jadi menu best seller Sucicakes. Waktu itu alhamdulillah hampir tiap hari ada pesanan. Awalnya dari circle sekolahan anak, akhirnya meluas dengan sendirinya.

Sucicakes akhirnya menjadi brand pilihan Suci. “Simple dan mudah diingat” tuturnya. Suaminya kemudian mencoba membuatkan logo, sticker dan website sederhana Sucicakes.com, dan jadilah website tersebut menjadi catalog online untuk kue-kue Suci. Dia juga aktif di instagram dengan account Aureliasuci. Tiap praktek pasti aku posting, ucapnya.

Bahan-bahan yang dipakai oleh Suci memang bukan sembarangan. Saya tidak mau beli cokelat murah kiloan, karena takut merusak rasa. Lagipula khawatir tidak sehat. Orang-orang yg beli product Sucicakes itu kebanyakan untuk dikonsumsi anak dan anggota keluarga lain. Jadi Saya sangat menjaga kualitas bahan. Belanjanya seminggu sekali langsung jumlah banyak.

Tahun ini, selain menambah media promosi di media online, Sudi berencana dan membangun dapur khusus untuk Sucicakes, mencari tenaga tambahan lagi satu orang, dan menambah beberapa perlengkapan produksi kue. Saat ditanya kapan akan membuat toko fisik, “doakan saja tahun depan kejadian. Tahun ini nambah dapur, kompor sama oven dulu. Jawabnya sambil tertawa.

Amiin ya Suci, semoga cepat terkabul cita-citanya ya, kami team Kimi pasti akan mengunjungi toko kamu.